Wednesday, November 26, 2008

Sri Sultan HB X: Kekuasaan Bukan Tujuan, Hanya Sarana

Sri Sultan Hamengku Bowono (HB) X mengatakan, kekuasaan baginya bukan tujuan utama dalam politik, tetapi lebih dari itu hanyalah sebuah sarana untuk melayani rakyat banyak. "Inilah sikap dasar pelayanan dalam Keraton Yogyakarta yang tidak akan saya tinggalkan, jika kelak harus mengabdi di arena politik dan pemerintahan yang lebih luas," kata Gubernur DI Yogyakarta itu.

Sri Sultan HB X mengakui bahwa ayahandanya, Sri Sultan HB IX yang juga mantan Wakil Presiden era Soeharto, lebih memilih diam selama Indonesia berada dalam pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. "Ayah ku memilih diam hanya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Tetapi, ia menyadari bahwa diam itu tidak baik karena dua rejim kekuasaan itu telah membawa ke Indonesia ke arah yang lebih buruk yang terlihat dari terus meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran," ujarnya.

Kata Sultan HB X, sebelum ayahnya wafat, ia meminta dirinya untuk lebih berani mengatakan bahwa benar adalah benar dan salah adalah salah guna membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Sehubungan dengan itu, selama menjalankan tugas sebagai Gubernur DI Yogyakarta, Sultan HB X tidak mau berurusan dengan proyek. "Bagaimana rakyat menilai saya? Jika kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari urusan proyek pemerintahan tersebut. Saya tidak mau rakyat Yogyakarta meninggalkan Keraton hanya karena ulah seorang Sultan yang selama ini menjadi panutan rakyat," katanya.

Atas dasar itu, ia akan terus mengemban amanat tersebut jika kelak rakyat menghendaki dirinya menjadi presiden pada pemilu presiden 2009 mendatang. "Kekuasaan bukanlah tujuan saya, tetapi lebih dari itu hanyalah sarana untuk melayani kepentingan rakyat banyak tanpa membedakan suku dan agama, serta golongan dan warna kulit," katanya menambahkan.

Tuesday, November 25, 2008

Firman: PKS Banci! Ulla: Sekalian Saja Ganti Beringin!

Di beberapa titik di Jakarta, banyak bendera warna kuning 'ngejreng'. Sekilas orang menyangka itu adalah alat peraga Golkar. Salah! Itu milik PKS. PKS dinilai mengambil resiko besar dalam mengibarkan citra baru partainya. Ketua DPP Partai Golkar, Bang Firman Soebagyo (FS), bahkan berseloroh bahwa PKS bak partai politik yang banci alias tidak punya jati diri.


"Bendera PKS dengan latar belakang kuning menunjukkan tidak konsistennya PKS, yang saya anggap belum pasti jati dirinya," ucap Ketua Harian Bapillu Golkar, Firman Soebagyo. Meski begitu, perubahan latar belakang bendera PKS dari putih menjadi kuning itu, bagi Firman merupakan hak PKS. Sebab, menurutnya, justru Golkar yang diuntungkan.


Selama ini, tambah Firman, Golkar-lah partai yang punya 'hak paten' atas warna kuning. Sehingga, si Pohon Beringin itu tidak merasa khawatir dengan menguningnya bendera PKS. "Yang penting bukan tanda gambarnya yang kuning. Karena itu akan membingungkan pemilih ketika mencoblos pada pemilu," kata FS.


Tanggapan serupa diungkapkan Ketua Sub Bidang Diklat Jurkam Bappilu Partai Golkar Mbak Ulla Nuchrawaty. "Tidak ada kekhawatiran di Partai Golkar.
Itu hak PKS, masyarakat bisa menilai. Apalagi saat ini masyarakat sudah dewasa dalam berpolitik," Ulla mengatakan, Golkar tidak akan menuntut PKS atas penggunaan warna kuning tersebut. "Konstituen yang setia dengan Golkar pasti tidak akan salah memilih," yakinnya.


Sambil berseloroh, Ulla meminta PKS sekalian saja mencantumkan pohon beringin lambang Partai Golkar dalam bendera-bendera tersebut. "Kita berharap PKS bisa merebut bendera partai Golkar. Kalau bisa mohon beringinnya diisi saja di dalamnya," ucapnya sambil tersenyum

Turnamen Badminton G23-Bhinneka Open Prof. DR. Muladi Cup

Sebanyak 32 klub bulutangkis se-Jakarta Utara ikut Turnamen Badminton Beregu Putera G23-Bhinneka Open memperebutkan hadiah jutaan rupiah dan Piala Prof. DR. Muladi, 23 November 2008 - 23 Januari 2009 di Warakas, Tanjung Priok.

Kejuaraan dibuka pada hari Sabtu, 22 Nopember 2008 oleh Ketua Harian Bappiluda Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi, yang juga Caleg DPR RI Dapil DKI-2 No.2. Acara yang mendapat sambutan antusias masyarakat ini merupakan prakarsa dua Caleg Muda Partai Golkar yaitu: saya sendiri, Achmad Annama Chayat (Anam), Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil Jakut No.13 dan Eko Susanto Hasibuan (Eko), Caleg DPR RI Dapil DKI-3 (Jakut, Kep Seribu dan Jakbar) No.4.

Dari olahraga inilah kita tumbuhkan jiwa sportivitas menuju Pemilu pada 9 Juni 2009. Mereka yang rajin berlatihlah, dipastikan paling siap menjadi pemenang,” jelas Anam. Pilihan tanggal 23 sebagai awal penyelenggaraan dan penutupan, merupakan sosialisasi nomor urut Partai Golkar dalam Pemilu 2009 yakni nomor 23. “Kita tidak bisa kampanye tanpa berbuat nyata,” jelas Anam.

Selain itu, tambah Eko, dalam rangka sosialisasi para caleg dari Partai Golkar kepada masyarakat pemilih. “Kami juga terus membangkitkan masyarakat untuk tidak golput. Kalah-menang dalam olahraga adalah hal biasa. Ini bisa kita tularkan pula dalam berpolitik. Yang kalah dengan sportif menyalami pemenang, tanpa merasa klehilangan muka. Begitu pula yang menang, tidak menyombongkan diri, karena dia lengah suatu saat pasti akan dapat dikalahkan,” tuturnya.

Penutupan direncanakan dilakukan langsung oleh Prof. DR. Muladi, salah satu Ketua DPP Partai Golkar yang juga Korwil V DKI Jakarta dan Gubernur Lemhannas. Berita juga dapat dilihat di situs Poskota online: http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=47786&ik=7 dan situs inilah.com: http://inilah.com/berita/citizen-journalism

Sunday, November 23, 2008

LDII Dukung Caleg-caleg Muda Golkar

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) DKI Jakarta mulai menyosialisasikan pentingnya peran politik masyarakat, khususnya pengurus dan anggota LDII dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, baik Pemilihan Legislatif (Pilleg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres).

Rangkaian acara berkelanjutan ini dimulai Sabtu lalu, 22 Nopember 2009 di Gedung Lembaga Pengembangan Masyarakat Jakarta (LPMJ), Pulo Gadung. Sebagaimana diketahui, LDII adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang pernah didirikan Partai Golkar dan konsentrasi di bidang sosial budaya, khususnya dakwah Islam.

Hadir dalam acara tersebut para calon anggota legislatif (caleg) muda Partai Golkar, seperti Ketua Harian Bappiluda Partai Golkar yang juga Caleg DPR RI Dapil DKI-2, Fayakhun Andriadi, Caleg DPR RI Dapil DKI-1, Baskara Sukarya, Caleg DPR RI Dapil DKI-3, Caleg DPRD DKI Dapil Jakut, Achmad Annama, Caleg DPRD DKI Dapil Jaktim, Sarji dan Caleg DPRD DKI Dapil Jaksel, Arman Amir. Semua caleg diberi kesempatan untuk memaparkan misi, visi dan konsep pemberdayaan umat yang dimilikinya jika nanti terpilih.

Acara ini dilaksanakan DPD LDII DKI Jakarta, selain sebagai ajang mempererat silaturahmi sesama umat Islam anggota LDII juga untuk mendekatkan kembali LDII dengan yang melahirkannya, yaitu Partai Golkar.

Acara ini akan terus berkelanjutan hingga ke tingkat-tingkat dibawahnya. Kepengurusan LDII sendiri tersebar hingga tingkat kelurahan. Untuk DKI Jakarta, anggotanya mencapai sekitar tiga ratus ribuan dan masjid yang dikelolanya berjumlah sekitar dua ratus masjid.

Thursday, November 20, 2008

Nurul Kampanye dengan Komik Politik

Caleg Partai Golkar, Nurul Arifin, meluncurkan komik politik untuk pemilih pemula. Komik berjudul "Putih Abu-abu Pemilu" ini diluncurkan Selasa siang 18 Nopember lalu di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Menurutnya komik ini bertujuan memberi gambaran tentang proses politik dan demokrasi. "Kalau sudah mendapat pemahaman politik, pemilih pemula siap menggunakan hak politiknya," kata Nurul.

Menurutnya, selama ini masyarakat dan pemilih pemula cenderung menganggap berpolitik harus menjadi anggota Parlemen atau partai. Padahal, penggunaan hak pilih dalam Pemilu sudah merupakan kegiatan politik.Koordinator Nasional Jaringan

Pendidikan Pemilih untuk Rakyat, Jeirry Sumampow, menyambut baik peluncuran komik dengan 39 halaman berwarna ini. Komik ini, kata Jeirry, bisa memberi pendidikan bagi pemilih pemula. "
Selama ini banyak yang tak peduli terhadap pemilih pemula," kata Jeirry. Padahal, pemilih pemula saat ini cenderung cuek terhadap Pemilu terutama di kota besar. "Komik ini bisa memberi informasi dan menggugah kesadaran pemilih pemula soal Pemilu," katanya.

Sunday, November 9, 2008

Ketua KIMPG Ikut Aksi Damai Semanggi

Setelah 10 tahun berlalu, kasus pelanggaran HAM Trisakti, Semanggi I dan II tak kunjung selesai. Oleh karenanya, hari ini Minggu kemarin, 9 Nopember 2008, Komite 13 November 1998 meminta pemerintah segera memeriksa para jenderal yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Dalam demonstrasi yang menggelar mimbar bebas diserukan beberapa nama seperti yang tercantum dalam selebaran, diantaranya, Wiranto, Dibyo Widodo, Syafrie Syamsoedin, Prabowo Subianto, Roesmanhadi, Noegroho Djayusman dan Djaja Soeparman.

Yang menarik, tampak di foto dalam koran Kompas, salah satu kader muda Partai Golkar ikut dalam aksi ini dan menggunakan Topi G23 sebagai identitasnya. Dia adalah Mohamad Zulfikar, salah satu Ketua PP KIMPG yang menjadi caleg DPR RI dari Sulawesi Tengah nomor urut 7. Dia biasa dipanggil Jack Dahlan dan merupakan salah seorang mantan aktivis 98 dari Unviersitas Trisakti. Maju Terus Kaum Muda.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails