Sunday, March 2, 2014

Sosialisasi Fayakhun Lewat Goyang Caesar Yang Populer

Siapa yang meragukan popularitas Goyang Caesar? Sejak menanjak di acara Yuk Kita Sahur di TransTV bulan Ramadhan tahun lalu, goyangan ini semakin eksis di masyarakat. Tak hanya di perkotaan tapi hingga pelosok desa. Semua orang, tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan, menggandrungi goyangan ini. Karena selain kreatif, goyangan ini enerjik dan seru untuk dilakukan bersama-sama. Meski sudah banyak goyangan baru yang diciptakan, tapi Goyang Caesar tetap di hati masyarakat.

Nah, popularitas dari Goyang Caesar dikobinasikan dengan penggunaan Youtube yang tinggi di kalangan anak muda inilah yang dijadikan alat sosialisasi oleh Fayakhun. Fayakhun adalah anggota DPR RI dari Partai Golkar. Kini, tokoh muda ini kembali dipercaya menjadi caleg dari dapil DKI-2 yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri. Fayakhun ditemani 4 orang kader dianimasikan bergoyang Caesar di Youtbe. Sampai hari ini, video yang diunggah Relawan Fayakhun pada awal Januari ini sudah dilihat lebih dari 28.000 views dan mendapat like lebih dari 1000 orang.

Pesan tersirat yang ingin disampaikan adalah, 5 orang bergoyang artinya nomor urut Partai Golkar. Sedangkan Fayakhun di tengah artinya salah satu calon anggota legislatif (Caleg) yang maju di Pemilihan Legislatif (Pilleg) 2014 kali ini. Harapannya, masyarakat khususnya kalangan muda bisa mengenal Fayakhun lalu mencari lebih jauh di dunia maya, baik di youtube, twitter, facebook maupun di media sosial lain. Untuk menyaksikan video tersebut silakan masuk ke link http://www.youtube.com/watch?v=PECdvKEwxrQ

Tuesday, July 9, 2013

Kartun, Ide Kreatif Sosialisasi Caleg & Capres Golkar


Tak terasa, 8 bulan lagi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 akan dilangsungkan. Setelah daftar calon sementara (DCS) keluar, para calon anggota legislatif (Caleg) berlomba-lomba menjual dirinya dengan berbagai cara. Mayoritas masih memilih cara sosialisasi konservatif, lewat media-media monolog seperti spanduk, baliho, brosur, pamflet, stiker dana banyak lagi. Pilihan above the line (ATL) ini semakin canggung saat menampilkan logo dan nomor partai besar-besar, warna dominan sesuai warna partai dan foto-foto formil caleg.


Semakin tak sedap dipandang karena para caleg berlomba-lomba tampil kaku dengan jaket partai, tangan mengepal diangkat dan semua tampilan dan atribut yang tidak natural lainnya. Alih-alih ingin menampilkan aura, wibawa dan daya tarik personal justru yang muncul adalah keengganan masyarakat melihat wajah-wajah tidak alami dipaksakan tersenyum dengan jas atau pakaian kebesaran.

Tapi di beberapa lokasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, saya melihat spanduk yang berbeda dan cukup menarik perhatian. Caleg dari Partai Golkar daerah pemilihan (dapil) DKI II (Jakpus, Jaksel dan Luar Negeri) bernama Fayakhun Andriadi menampilkan sosoknya dalam bentuk kartun yang lucu dan menggemaskan. Di spanduknya ia juga menampilkan sosok Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga calon presiden (capres) Aburizal Bakrie (ARB).


Spanduk ini justru terlihat dialogis dan interaktif. Tiap masyarakat yang lewat sedikit banyak mengomentari positif; “ih lucu ya”, “idenya unik…”, “ada-ada saja caleg satu ini, keren!” dan banyak lagi komentar saat saya berada di titik-titik pemasangan itu. Memang menarik idenya, visualisasi caleg dan capres dalam bentuk kartun cukup tepat. Mengingat mayoritas masyarakat bertipe visual disbanding auditori atau kinestetik. Walhasil, sejauh ini caleg muda Golkar ini cukup berhasil memunculkan simpati dan awareness para calon pemilihnya.


Bila semua caleg menampilkan kreativitas seperti kartun ini menjadi menarik untuk disimak. Sehingga meskipun ramai media ATL, seperti spanduk tersebar dimana-mana, masyarakat setidaknya merasa terhibur dan menikmati pemandangan yang ditampilkan. Ayo, semua caleg beradu ide dan kreativitas dalam sosialisasi. Sukses selalu untuk Fayakhun Andriadi dan Aburizal Bakrie.

Friday, April 20, 2012

Yorrys: Golkar Menyimpang! Tas Bergambar Ical Memalukan!

Ketua DPP Partai Golkar Yorrys Th. Raweyai menuding partainya telah menyimpang dari kesepakatan dalam rapat pimpinan nasional sebelumnya dengan menggelar Rapimnas khusus. Menurut dia, dalam Rapimnas sebelumnya disepakati pembahasan soal calon presiden baru akan dilakukan setelah Golkar sukses menang dalam pemilu legislatif. "Kalau dengan Rapimnas khusus, artinya fokus nantinya bukan lagi pada pemenangan partai, tapi pencalonan presiden," ujar Bang Yorrys, Kamis 19 April 2012.


Partai Golkar rencananya akan menggelar Rapimnasus pada bulan Juli mendatang. Rapimnas ini disebut khusus karena hanya mengagendakan pengukuhan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden. Selain itu Rapimnas ini juga dimajukan jadwalnya dari seharusnya bulan Oktober 2012. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan bahwa Rapimnas Khusus ini dilakukan karena desakan dari sejumlah DPD untuk segera mengesahkan Ical sebagai calon presiden.

Bang Yorrys menilai dengan digelarnya Rapimnasus ini langkah Golkar sudah tidak lagi konsisten dengan catur sukses yang dicanangkan Bang Ical. "Kalau mau konsisten, ikuti saja catur sukses itu. Pikirkan bagaimana memenangi pemilu legislatif dulu baru pikirkan calon presiden," ujarnya. Ia menambahkan, bau inkonsistensi partainya juga terlihat dari pemaksaan bagi seluruh anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar untuk membeli tas bergambar Bang Ical seharga Rp 10 juta. Menurutnya, cara seperti ini tak patut dilakukan. "Ini memalukan. Bang Ical itu kan masuk seratus orang terkaya di dunia. Duit sebegitu apa sih artinya buat dia. Justru lebih baik kalau dia yang menitipkan uang misalnya Rp 50 ribu kepada kami untuk diserahkan ke konstituen," ujarnya.

Tuesday, November 22, 2011

Golkar Jajaki Kerjasama dengan PTP Thailand

Partai Golkar dan Pheu Thai Party (Partai Rakyat Thailand), partai berkuasa di Thailand, berupaya menjajaki kerjasama. Pemimpin kedua partai, Aburizal Bakrie dan Yongyoot Wichaidit, melakukan pertemuan di kantor pusat PTP di Bangkok, Selasa, 22 November 2011. Kerja sama Golkar dengan partai pendukung utama Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra secara terperinci masih akan dibicarakan lebih lanjut. Tetapi, secara umum meliputi kerja sama penguatan kaderisasi masing-masing partai, seminar internasional tentang politik dan dunia usaha, dan lain-lain. Tindak lanjut dari pertemuan para pimpinan kedua partai itu nantinya akan dibicarakan di Jakarta. Partai Golkar, menurut Aburizal, telah secara lisan mengundang PTP datang ke Jakarta.

Selain membahas upaya kerja sama, Golkar dan PTP juga memaparkan profil masing-masing partai. Wakil Juru Bicara PTP, Thai Pithaya Pookaman, menjelaskan bahwa partainya yang dibentuk pada 2006 kini sudah menguasai separuh Parlemen. Sedangkan Aburizal lebih menjelaskan tentang posisi Partai Golkar sebagai salah satu partai politik anggota koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia mengatakan, meski merupakan anggota koalisi, Golkar tetap kritis terhadap pemerintah.

PTP merupakan partai politik negara asing keempat yang telah dikunjungi dan dijajaki kerja sama oleh Partai Golkar. Sebelumnya, Aburizal dan sejumlah petinggi Golkar mengunjungi Partai Komunis China, Partai UMNO di Malaysia, dan Partai Demokrat di Timor Leste. Dalam kesempatan kunjungan ke Bangkok itu, Aburizal didampingi beberap pejabat teras DPP Partai Golkar, di antaranya, Theo L Sambuaga (Wakil Ketua Umum), Fuad Hasan Masyhur (Ketua), Setya Novanto (Ketua Fraksi Golkar DPR RI), dan Iris Indiramurti (Ketua). Ada kaum muda Golkar yang ikut?

Friday, November 18, 2011

Priyo Tuding Mahfud-Busyro cari Popularitas untuk 2014

Akhir-akhir ini Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud, MD dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menjadi buah bibir karena mengkritik tajam DPR. Mahfud mencoba membongkar praktek jual beli pasal, sedangkan Busyro mengkritisi gaya hidup mewah anggota DPR. Melihat itu, Ketua DPP Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPR RI menengarai mereka berdua sedang mencari popularitas untuk pemilu 2014. Apalagi keduanya juga berpotensi untuk berpasangan. Bila kita masih ingat, Mahfud dulunya adalah politisi PKB yang punya basis pendukung cukup banyak di Jawa Timur.


Priyo tidak yakin apa yang dilakukan mereka berdua karena benar-benar peduli dengan permasalahan yang terjadi, apalagi itu sekedar tuduhan/ tudingan tanpa dasar. Menurut Ketua Umum DPP Ormas MKGR ini, harusnya sesama pimpinan dan anggota lembaga tinggi negara bisa saling menghormati dan bekerja sama. Bagaimana dengan tanggapan kaum muda terkait hal ini? Setuju dengan apa yang dikatakan bang PBS atau mendukung Mahfud dan Busyro? Silakan, bebas berpendapat...

Tuesday, November 15, 2011

Pernyataan Politik Hasil Rapimnas Golkar Bulan Lalu


Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menggelar jumpa pers membacakan pernyataan politik hasil Rapat Pimpinan Nasional bulan lalu di kantor DPP Partai Golkar kemarin, 14 Nopember 2011. Jajaran petinggi DPP Partai Golkar hadir dalam acara itu. Rapimnas itu sendiri digelar pada 26-28 Oktober 2011 lalu di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. 10 poin pernyataan politik dibacakan Wasekjen DPP Partai Golkar, Aulia Rahman.
Beberapa poin itu antara lain, sistem politik kerangka memperkuat sistem presidensial, menolak praktik politik mengumbar permusuhan, fitnah dan intrik menjadi proses politik yang mengedepankan perdebatan konseptual. Tak lupa juga membahas parliamentary threshold dan persoalan hukum, seperti masalah Papua juga termuat dalam pernyataan politik itu.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie didampingi Sekjen Idrus Marham, Ketua Fraksi PArtai Golkar DPR RI Setya Novanto, Waketum Theo Sambuaga, Fadel Muhammad, Syarif Cicip Sutardjo. Namun, Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono tidak tampak hadir. Sibukkah, bang? Ada kaum muda Golkar yang hadir dan bukan sekedar pemanis?

Sunday, November 13, 2011

Lumpur Lapindo Semakin Mencemaskan

Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo sudah sangat mencemaskan, hanya berbeda sekitar 50 cm. Apalagi saat musim penghujan seperti sekarang ini. Dua kali diguyur hujan saja, lumpur nyaris meluber dan tumpahan lumpur dapat merepotkan semua orang karena bisa menggenangi rel kereta dan Jalan Raya Porong. Mengenaskan!


Masalah tak berhenti sampai di situ. Sebab, guyuran hujan juga bisa mengakibatkan endapan di dekat pusat semburan terdorong dan menekan kuat dinding tanggul. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BLPS) memahami itu. Tanggul, kalau terus-terusan diguyur hujan, tak bakal mampu menampung lumpur. Sebab itu mereka kini coba memaksimalkan pembuangan lumpur ke Sungai Porong. BPLS pun menumpuk karung pasir di sisi dalam bibir tanggul di dua titik yang paling rawan, yaitu di titik 21 dan 71. Bagaimana pendapat kaum muda tentang hal ini?

Tuesday, November 8, 2011

Martin Hutabarat: Ical jadi Cawapres Prabowo Saja!

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Martin Hutabarat, mengusulkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) saja, mendampingi Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Menurutnya, perpaduan ini akan menjadi kekuatan besar yang tak terkalahkan dibanding bila bang Ical maju sebagai capres.


Menurut Martin, berkaca dari pengalaman duet SBY-JK, Prabowo-Ical dapat mengulang fenomena dwi tunggal tersebut. Namun, bila maju sebagai capres, Ical memiliki kendala psikologis, dimana stigma presiden harus orang Jawa masih kuat. Contoh aktualnya sebagaimana diungkapkan anggota komisi II DPR RI ini adalah JK. Sosok hebat dan luar biasa ini tidak bisa berbuat apa-apa melawan para politisi Jawa saat maju sebagai capres dan hanya meraih 12% saja. Bagaimana dengan pendapat para kaum muda sekalian?

Friday, November 4, 2011

Golkar Bikin Perusahaan Untuk Biayai Operasional


Partai Golkar berencana membangun perusahaan bersama untuk membiayai partai. Perusahaan itu bergerak di bidang jasa perhotelan di Bali dan Jakarta. Gagasan ini diinisiasi DPD Partai Golkar Bali. Di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta , hal itu sudah disampaikan, dan disambut positif seluruh pengurus DPD tingkat I Partai Golkar se-Indonesia. Disadari, pembiayaan partai itu berat. Agar partai berjalan baik dalam menjalankan program kerakyatannya, maka perlu dana. Sejauh ini, dana yang didapat dari kontribusi kader yang duduk di legislatif dan eksekutif. Dan, itu tak cukup signifikan pungkas Ketua DPD Golkar Bali, I Ketut Sudikerta, usai menemui delegasi Partai Komunis Cina, Minggu 30 Oktober 2011.
Pembentukan perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan adalah solusi. Seluruh DPD Partai Golkar sudah sepakat menyertakan modal Rp. 500 juta untuk mendukung gagasan tersebut sehingga terkumpul 17 miliar. Rencananya uang itu akan dibelikan lahan dan memulai pembangunan. Ke depan, kata Sudikerta, seluruh jajaran DPD seluruh Indonesia akan membicarakan secara khusus untuk membahas perusahaan bersama ini. "Karena ini milik seluruh jajaran DPD se-Indonesia, maka harus ada pembicaraan khusus dan serius terkait hal itu. Semua sudah komitmen, dan itu dibuktikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama," ujarnya.
Partai Golkar sendiri sedang memikirkan siapa SDM tepat dari kader Golkar yang akan mengurus manajerial perusahaan itu nantinya. "Kita masih mencari siapa yang akan me-manage perusahaan ini. Tapi tentunya dari kader Golkar," tutup Sudikerta. Ada kaum muda Golkar yang merasa kompeten? Atau kita hanya bisa jadi penonton?

Wednesday, November 2, 2011

Golkar Minta Gerindra Tidak Lecehkan Ical

Wasekjen DPP Partai Golkar, Mbak Nurul Arifin tak terima Ketua Umumnya, Bang Aburizal Bakrie (Ical) dilecehkan. Ia menyebut penyataan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat sebagai bentuk arogansi. Martin menyebutkan, Ical lebih layak menjadi cawapres Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Menurut mbak Nurul daripada saling melecehkan, lebih baik bekerja dan lihat respon rakyat. Lagipula tidak relevan rasanya dengan satu survei yang menempatkan Prabowo nomor satu sebagai capres, lalu, Gerindra bersikap melecehkan seperti itu lanjutnya.

Sebelumnya, Martin Hutabarat, menyarankan Ical agar menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto saja. Sebab, elektabilitas Ical jauh di bawah Prabowo. Menurut Martin, ada baiknya, Partai Golkar mempertimbangkan untuk menyandingkan Ical sebagai cawapres dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Karena, menurut dia, dipasangkan dengan siapapun, apakah dengan Ical, apakah dengan Mahfud MD (Ketua MK), atau dengan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bang Fadel Muhammad, Prabowo pasti menang. Bagaimana tanggapan para kaum muda?

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails